Pertanyaan besarnya, bagaimana mengawalinya?
KOMPILASI MEETING KASET TILAS
Mengumpulkan orang-orang untuk reuni bukan perkara gampang. Apalagi setelah 25 tahun tak bertemu. Tapi semua harus dimulai, terlebih momennya hanya sekali seumur hidup. Perjuangan berkumpul dengan teman-teman lama memang membutuhkan komitmen. Strategi juga.

Seperti banyak reuni lain di jaman digital ini, Reuni 25 tahun SMPN 13 Bandung angkatan 1994 juga bermula dari WhatsApp dan social media.

Berawal dari membentuk grup angkatan, lalu dibentuklah grup khusus yang dilabeli PANITIA, hasil pendekatan personal – alias japri – mencari kesamaan semangat mewujudkan reuni ini.

Kemudian WAG bertambah lagi dengan grup KORDINATOR KELAS. Begitulah, dari berbagai WAG ini kemudian meluncur ide-ide dan janji-janji temu mulai awal tahun 2019.
Pertanyaan besarnya, bagaimana mengawalinya?
WhatsApp dan Social Media
9 Februari 2019
Adalah meeting offline pertama panitia reuni. Sekitar 15 orang berkumpul di Hungry Station, Jl. Halimun, Bandung. 15 orang yang baru bertemu kembali setelah terpisah 25 tahun. Canggung pasti ada. Kenal muka, tapi nggak kenal nama, paling sering terjadi.

Tapi karena semangatnya sama, yaitu mewujudkan reuni, solusinya gampang saja. Kenalan lagi dan langsung sok akrab, hehehe..

Tercatat 9 kali meeting panitia besar reuni perak SMPN 13 Bandung angkatan 1994. 8 diantaranya dilakukan di Bandung sebagai base camp.

Ada yang dilakukan di resto, sekolah, sampai rumah salah satu panitia. Belum lagi meeting-meeting kecil per divisi maupun per-“yang bisa dateng aja”. Tak terasa, pertemuan-pertemuan ini mempercepat bonding yang terjalin diantara panitia dan kordinator kelas.
WhatsApp dan Social Media
Disepakatilah nama KASET TILAS
Tak semua meeting dihadiri berpuluh orang.
Ada yang hanya berhasil mengumpul 3 atau 5 orang saja, karena keterbatasan waktu dan kesibukan.

Tak apa, yang penting keberlanjutan komunikasi dan pengembangan ide yang terus bergulir. Hasil meeting kemudian didiskusikan kembali di grup WAG, agar panitia lain yang berhalangan hadir tetap ter-update.

Dari berbagai meeting ini kemudian terjadi pematangan konsep dan ide, termasuk nama reuni yang nggak mau mainstream. Disepakatilah nama KASET TILAS, kependekan dari Kumpulan Anak 94 SMPN 13.

Nama yang cukup catchy, sekaligus mewakili masa muda kita dulu, kaset sebagai alat multi fungsi. Dari mulai hiburan, sampai alat untuk ngedeketin gebetan.
Disepakatilah nama KASET TILAS
Perjalanan KASET TILAS
Sebuah keluarga besar yang baru.
Pengumpulan data base alumni dan guru, biaya pendaftaran, mekanisme, kreatif acara, sampai merchandise dan goodybag, lahir dari berbagai meeting ini.

Semangat awalnya hanya kumpul temu kangen saja, tapi ternyata melalui berbagai diskusi dan mimpi, reuni perak KASET TILAS bisa diwujudkan lebih dari hanya sekedar acara satu hari.

Jajaran panitia dan kordinator kelas KASET TILAS tidak hanya berhenti sampai di reuni perak, tapi terus berlanjut ke program-program berikutnya.

Setia membawa kebanggaan sebagai KASET TILAS.

Inilah beberapa momen kumpul panitia dan kordinator kelas yang sempat terekam kamera, yang mengawali perjalanan KASET TILAS sebagai sebuah keluarga besar yang baru.
Perjalanan KASET TILAS

Reuni Perak KasetTilas

Mereka inilah yang paling berjasa dalam kesuksesan acara REUNI PERAK KASET TILAS

Kordinator Kelas

  • Kelas A Vinka
  • Kelas B Ocha
  • Kelas C Gende
  • Kelas D Munggar, Tini
  • Kelas E Isti
  • Kelas F Cucu
  • Kelas G Furri
  • Kelas H Sugih
  • Kelas I  Ruri, Vivien
  • Kelas J  Indri

     

Mereka inilah yang paling berjasa dalam kesuksesan acara REUNI PERAK KASET TILAS

Berkat para kordinator kelas inilah…

420 orang dari total 440 orang alumnus terlacak keberadaannya

282 orang mendaftar keikutsertaannya dalam acara reuni perak kita

Entah seluar-biasa apa perjuangan teman-teman ini

Panik memenuhi kuota donasi wajib perkelas, japri teman sekelasnya satu persatu, membujuk, merayu, menyakinkan agar teman-temannya hadir di acara reuni.

Menagih, diblokir, dicuekin, tetapi berusaha tetap manis dan ramah

Adalah makanan sehari-hari selama 6 bulan

Walau begitu, grup WAG korlas adalah grup terkompak, terdinamis, terlucu, terkoplak, teredan, dan luar biasanya adalah saling berusaha membantu lintas kelas

Dengan segala keluhan atau protes kecil, tapi tak pernah menolak misi – yang kadang mustahil- yang dibebankan pada teman-teman ini

Dan terakhir, teman- teman ini juga yang nyaris tak terekam dokumentasinya di lapangan, karena semua sibuk memastikan teman teman sekelasnya yang hadir merasa senang dan bahagia

Terima kasih, salut dan rasa sayang tak terkira, tak tergambarkan, tak terdeskripsikan, untuk para kordinator kelas.

TIM KONSUMSI

Mustika (F) & Aldini Intan (B)

Duo Konsumsi yang sepupuan ini, luar biasa komunikatifnya

Saking komunikatifnya, kalau japri kordinasi bisa barengan dengan isi yang sama

Perubahan sekecil apapun gak pernah luput mereka kordinasikan,

Updatenya jelas, budgetnya juga jelas

Tanpa kekreatifan duo cewek manis ini, sepertinya sulit hidangan yg maksimal bisa tercipta dari budget yang minim

 

TIM SHARING SESSION

Furri (G) dan Ruri (I)

duo furrie kami menyebutnya

Penanggung-jawab acara Sharing Session Alumnus untuk adik-adik kelas IX (3 smp jaman kita mah)

Duo inilah yang mempersiapkan semuanya

Kegiatan dimana alumnus merangkul adik-adiknya dan sharing ilmu mengenai bidang pekerjaannya ini, cukup diapreasiasi oleh pihak sekolah

Semoga ke depannya, kegiatan positif seperti ini bisa berlanjut dan bersinambungan

TIM KORBAN PANITIA DADAKAN​

Adhit (B) & Argentino (G)

Dua korban seretan panitia

Awalnya kedua bapak ini tidak tergabung dalam kepanitiaan, dan berakhir jadi dibikin riweuh oleh kaset tilas

Adhit, berkat koreografi adhit inilah flash mob bisa terwujud. Rela banget nyisihan hari sabtunya di 2 bulan terakhir.

Nahan sabar ngajarin kami-kami yang badannya kaku bak batang pohon

Sampai arrange lagunya, bikin video tutorialnya, latihan panas siang bolong

Argentino, yg berkatnyalah izin warga bisa kita dapatkan.

Tanpa Tino, mana bsa kita joged joged denger live music dan menikmati penutupan kembang api. Izin didapatkan, kali ini kena lagi jadi dokumentasi acara 2 hari

94 asli jawarana

Siapapun sukarela terlibat dan totalitasnya gak perlu diragukan

TIM PERLENGKAPAN

Jimmi (J) dan Selly (G)

Duo tim perlengkapan Kaset Tilas

Dengan banyaknya peritilan perlengkapan acara, dua orang ini kena imbas pakepuk di saat terakhir.

Selly yang kena ngurusin goodybag dan barang door prize

Rumahku dah kayak pasar tanah abang, katanya

Jimmi, dengan gercep dan koneksinya, membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan flyer, undangan dan sejenisnya

Yang bikin salut, mereka pinter banget manuver budget

Budget Tim inilah yang berhasil meraih posisi cost paling efisien

94 emang jawara, selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk teman-temannya.

 

TIM ACARA

Isti (E) Sogi (E) dan Isnain (A)

Tim acara yang bahkan nyaris gak pernah meeting live bersama

ISNAIN

Bapak kalem, wise, santai tapi gesit ini luar biasa banget. Sering memberi ide-ide yang vital. Bagian formil -formilan, serahkan padanya

SOGI

Ditengah berbagai roadshow yg sedang dijalani, gak pernah sekalipun menolak tugasnya.

ISTI

Si cewek riweuh – ancul-anculan ini yang berusaha meresumekan semua ide-ide dari sogi dan isnain.

Team work mereka gak ada habisnya. Bahkan ketika beberapa mc mendadak tidak bisa menjalankan tugasnya karena situasi yang tidak terelakkan, mereka cepat sekali maju antisipasi

TIM KEAMANAN

RANGGA ( C ) & IWAN ( C )

Teriakan permintaan bantuan pada kedua bapak ini benar-benar last minute

Walau lahan parkir sudah ditentukan sejak awal, 10 hari terakhir kedua bapak ini diminta melakukan kordinasi final dengan pihak kepolisian dan pihak terkait sehubungan keamanan dan area parkir

Dan benar saja…perubahan terjadi !
Hebatnya, manuver dan gercep bapak2 edas ini bikin semua bisa fixed kembali dengan cepat. Diiringi ‘nyanyian’ tagihan minta parking maps, area parkir dan segala tetek bengek keamanan terkordinasi kembali dengan aman

TIM DANUS

Heera (H) dan Sugih (H)

Ini judulnya tim yang berperan sebagai Subjek sekaligus Objek

Sibuknya setengah mampus duo dari kelas H ini, tapi perannya super besar.
Misi perlu disampaikan dengan menggapai belahan dunia lain – heran gak pernah diem di satu lokasi saja duo kelas H ini

Kalau bukan di Kaset Tilas, mana ada pengacara kondang bisa disuruh bolak balik ke toko Yogya. Rela ngagoleprak buat masukin merchandise dalam goodybag. Belum lagi perhatian dan concernnya terhadap semua orang.

Kalau bukan di Kaset Tilas, mana ada seorang CEO perusahaan besar bikin minuman dan siapkan obat buat teman-temannya yang nyaris kolaps. Itu belum ditambah berlari sprint keliling lapangan berkali-kali.

KASET TILAS adalah kumpulan tanpa batas!
Tanpa embel-embel, tanpa tittle, tanpa jabatan karena kita semua SATU
Dan Heera serta Sugih adalah buktinya

 

TIM PENGGAGAS DAN MEDIA

Andri ( G) dan Didit (B)

Kali ini bukan member tim yang sama

Andri, siapa sih yang gak tau Andri waktu smp dulu.

Bapak inilah pencetus supaya reuni perak 25 tahun angkatan 1994 SMP 13 dilaksanakan
Berawal dari japri beberapa teman, sogi, isti, furi, atun, selly dan bolapun bergulir mulai mencari perwakilan dari setiap kelas

Walau setelahnya, bapak ini tidak bisa terlalu ikut dalam persiapannya, karena kesibukan pekerjaannya, tapi tak bisa dipungkiri, tanpa ajakan bapak Andri, Kaset Tilas tidak akan pernah lahir

Didit, icon pemain basket di masa smp dulu

Didit inilah yang membantu pembuatan flyer-flyer kaset tilas.

Setiap orang dengan perannya, melahirkan Kaset Tilas yang kita semua banggakan

THE REMPONGERS

Dibantu tim panitia & Korlas yang solid, ide mereka bisa terwujud

Kaset Tilas memang JAWARANA!

Wahyu (C)  Ibnu (C) Ari Willy (C) Regina (C)  Vinka (A) Gessa (J) Yuke (H)  Isti (E)

Karena nggak tahu lagi harus nyebut mereka ini member divisi apa, disebutlah The Rempongers pada mereka. Mereka sendiri menyebut dirinya sendiri The Kalongerz, karena baru pada ON diatas jam 23:00

Mengutip kata Ibnu:

Dari tujuan awal yg simple pisan, cma bikin reuni rame.

Semakin lama secara emosi jdi lebih kompleks.

Seperti kata Vinka :

Kaset Tilas tuh ngingetin gimana rasanya bikin sesuatu yg pake hati.

Gak melulu soal untung rugi

Dengan based pengalaman masing-masing, orang-orang ini sangat bersemangat. Strategi, analisa, diskusi, antisipasi, solusi, eksekusi, semua dicoba, kupas, godog, analisa.

Entah berapa kali try & error mereka lakukan, dan bola bola liar ide terus bermunculan, menggelinding, hingga akhirnya lahirlah satu konsep yang jelas – walau kabarnya, sampai H-1 masih banyak manuver dan perubahan karena penyesuaian situasi

© 2019 - 2020 Kaset Tilas. Made with ❤️ by Teras Digital Creative